My Articles‎ > ‎

Tehnik Sound System

diposkan pada tanggal 9 Jun 2010 22.59 oleh tommykwitang   [ diperbarui31 Jul 2010 22.18 ]

Tentang Microphone

Kata Pengantar.

Selama puluhan tahun saya menjadi tehnisi elektronik. Sejak saya lulus Sekolah Dasar saya mulai menemukan hobby baru dibidang elektronik tepatnya diawal tahun 1970. Mulai dengan merakit rangkaian yang paling sederhana, membuat DC adaptor 9V/500ma, belajar menggulung trafo sendiri dengan mengikuti petunjuk buku yang saya baca, hingga membuat pemancar tabung dengan tabung 6BA6 dan 6L6 ditahun 1971.

Memiliki pemancar sendiri untuk berkomunikasi dengan sesama teman yang memiliki hobby elektronik sungguh sangat menyenangkan. Kita bisa mengembangkan pengetahuan tehnik kita, bertukar informasi dengan teman. Karenanya setelah saya lulus Sekolah Menegah Kejuruan Tehnik Listrik, saya selalu berusaha untuk mendapatkan pekerjaan sebagai tehnisi Radio Komunikasi.

Hingga suatu saat ketika saya membuka bengkel elektronik sendiri, ada teman yang mengajak saya untuk membantu mengoperasikan peralatan sound system profesional yang digunakan oleh Group Musik Dang-Dutnya. Dengan pengalaman yang masih seadanya saya mulai mencoba menjadi operator sound system disebuah Group Dang-Dut. Ternyata saya merasa mendapat kesenangan baru dibidang ini, karena saya suka peralatan elektronik, suka musik, pothography dan berenang. Tetapi saya merasa paling senang saat mendukung sebuah Group Musik untuk tampil didepan publik. Dengan segala kemampuan yang saya miliki berusaha agar group musik yang saya dukung bisa memberikan pertunjukan yang sempurna kwalitas suaranya.

Ternyata peran Soundman cukup vital dalam pertunjukan musik, ketika saya bekerja disebuah Hotel berbintang 4 di Jakarta. Kehadiran saya telah mendongkrak income disetiap acara Live Music antara 3x hingga 5x lipat dari pendapatan sebelumnya ketika masih dipegang oleh Soundman lain. Sebagai penghargaan saya diberi honor jauh diatas batas maksimal yang ditentukan oleh pihak pengelola, ditambah dengan perlakuan istimewa lainnya. Sungguh menyenangkan.

Setelah saya terjun kedunia Profesional Sound System terasa hidup saya menjadi lebih indah, saya bisa mengunjungi beberapa negara lain atas biaya perusahaan saat saya bekerja disebuah perusahaan Distributor Profesional Sound System. Bagi Soundman sebuah Group Musik kelas atas perjalanan keluar negeri sangatlah mungkin mereka alami. Bila anda memang berbakat ada baiknya anda coba profesi ini.

Dari pengalaman selama kira2 18 tahun saya merasakan bahwa operator sound system menempati posisi yang strategis terhadap keberhasilan sebuah Group Musik dihadapan Publik. Seorang Soundman tidak cukup hanya memahami tehnik sound system saja, mereka juga harus memiliki jiwa seperti seorang musisi. Mampu merasakan keindahan musik yang ditampilkan, Sound Man harus mampu memahami apa yang diinginkan oleh musisi. Musisi memiliki karakter yang unik yang tidak bisa dipahami oleh setiap orang, tetapi seorang yang memiliki bakat musik akan lebih mudah memahami keinginan musisi yang didukungnya. Bila anda orang yang memiliki kepekaan terhadap musik, maka akan lebih mudah bagi anda untuk menjadi Soundman yang profesional.

Karena kebanyakan orang yang memiliki jiwa musik jarang sekali yang mau memilih sekolah tehnik maka sulit sekali mencari Soundman yang handal dinegara kita. Kebanyakan Soundman berpegang pada prinsip jika suara sound system terdengar jernih dan kuat itu berarti cukup, apakah pendapat musisi juga demikian. Ternyata tidak. Musisi memiliki karakter yang unik, suara bersih saja tidak cukup. Suara guitar yang mulus malah tidak disukai oleh gitaris beraliran musik Rock. Efek Distortion digunakan untuk mendapatkan suara gitar yang cacat (distrorsi), tetapi setelah suara gitar dibuat cacat masih belum cukup. Suara gitar yang dibuat cacat tidak boleh menyakiti telinga penonton, jadi suara gitar harus cacat tetapi masih memiliki kelembutan ditelinga penonton, untuk itu diperlukan sebuah Tube Pre Amplifier. Karena sifat tabung elektron (tube) yang memiliki kecepatan lantingan yang tinggi tetapi memiliki kelemahan akan mengakibatkan sinyal berbentuk pulsa menjadi tumpul dititik puncaknya. Kelemahan itu justru memberi keuntungan, suara yang cacat ( terdistorsi ) menjadi lebih lembut terasa ditelinga. Itu baru salah satu dari contoh keunikan seorang musisi, suara mulus dibikin rusak, tetapi rusaknya harus enak, aneh kan?!. Masih banyak lagi keunikan-keunikan karakter yang dimiliki oleh para musisi.

Karenanya Soundman yang baik harus mampu memenuhi keinginan Musisi yang didukungnya, suara di loudspeaker FOH ( Front of House ) maupun suara di loudspeaker Monitor dan Side Fill harus sesuai dengan keinginan para Musisi, sesuai dengan karakter musik yang mereka inginkan. Ketidak selarasan sedikit saja pada pengaturan suara diloudspeaker akan merusak kenyamanan Musisi dalam bermain, yang akan mengakibatkan pertunjukan menjadi tidak maksimal hasilnya. Karena karakter musik mereka tidak tampil sempurna. Padahal yang membedakan suatu group musik dengan group musik lainnya adalah pada karakternya yang unik.

Mereka yang memiliki jiwa musisi dipastikan akan lebih mampu menangani sound system untuk sebuah pertunjukan musik, karena seorang yang memiliki jiwa musisi memiliki kepekaan yang lebih tinggi terhadap musik dari pada seorang tehnisi biasa. Terutama untuk pekerjaan balancing di Audio Mixer. Sedangkan tugas tehnisi lebih menjurus kepada pekerjaan instalasi sound system dan tehnik penempatan loudspeaker. Seorang Soundman adalah merupakan bagian yang menyatu dengan pemain musik, fungsinya setara dengan musisi, sepantasnya honornya juga setara dengan pemain musik. Untuk saat ini tampaknya masih ada ketidak selarasan masalah honor untuk Soundman. Karena Soundman merupakan bagian yang tak terpisahkan dengan musisi maka sebaiknya orangnya harus tetap seperti musisi yang harus selalu dijaga keutuhan teamnya.

Cobalah kenali diri anda sendiri, posisi mana yang paling sesuai untuk anda. Sebagai Tehnisi (Installer) ataukah Soundman? Tetapi Tehnisi maupun Soundman pasti akan membutuhkan pengetahuan tehnik sound system yang akan saya bahas didalam tulisan ini. Terimakasih.

1.Microphone.

Microphone adalah sebuah alat untuk pengambilan suara, bekerja dengan cara mengubah getaran suara menjadi sinyal listrik. Sinyal listrik yang dihasilkan kemudian dihubungkan melalui kabel audio ke penguat depan (pre amplifier) yang terdapat di Audio Mixer untuk diperkuat sebelum diolah lebih lanjut di Audio Mixer

Ada juga microphone tanpa kabel atau Wireless Microphone (secara teory, karena pada kenyataan untuk menghubungkan penerima ke audio mixer tetap harus pakai kabel). Untuk masalah Wireless Microphone ini akan dibahas setelah kita tuntas membahas Microphone dengan kabel.


A. Berdasarkan tehnik pembuatannya microphone terbagi atas:

1. Dynamic Microphone, terbuat dari bahan magnet dengan lilitan kawat yang terhubung dengan membran (selaput tipis sejenis plastik), lihat gambar 1. Dynamic Microphone tidak membutuhkan catu daya untuk pengoperasiannya. Getaran yang diterima akan menggerakkan lilitan kawat mundur maju yang akan menghasilkan sinyal listrik sebagai akibat perubahan tingkat kekuatan medan magnet terhadap gerakan lilitan. Dynamic Microphone tidak membutuhkan catu daya untuk pengoperasiannya. Kebanyakan Dynamic Microphone mudah rusak bila terguncang kuat karena jatuh atau terbanting, kerusakan bersifat permanent, tetapi ada juga pabrik mic tertentu yang menyediakan part untuk mengganti cartridge yang rusak. Tetapi ada juga merk2 tertentu yang tahan banting. Bila kita mampu merawat dengan baik jenis Dynamic Microphone bisa sangat panjang usia pakainya ( lebih dari 30 tahun bahkan ada yang tahan lebih dari 100_tahun).

2. Electret Condenser Microphone (ECM), terbuat dari sebuah bidang logam sangat tipis yang berhadapan dengan logam yang cukup tebal membentuk sebuah kondensator yang dihubungkan kesebuah transistor FET (lihat gambar 2). Perubahan nilai kapasitas pada membran akan mempengaruhi laju arus pada transistor FET yang mengikuti getaran pada membran. Perubahan laju arus pada FET itulah yang merupakan sinyal listrik keluaran dari Mic. Karena ECM menggunakan komponen aktif transistor FET, maka untuk pengoperasiannya membutuhkan catu daya yang biasa disebut dengan Phantom Power. Jenis ECM memiliki kepekaan lebih tinggi dari pada Dynamic Microphone, lebih tahan banting, tetapi usia pakainya akan dibatasi oleh usia komponen electronicnya dan diapragmanya tidak boleh kena udara lembab atau air. Bila persediaan spare part masih tersedia kerusakan pada microphone jenis ini bias diperbaiki.

http://www.shure.com/asia/how-to/index.htm?PageNumber=1&FileType=&ProductType=&SortBy=dInDate%20asc&SortByName=shOldest


3. Carbon Microphone, karena suaranya yang tidak sempurna, sudah langka dan sangat jarang digunakan kecuali pada pesawat telepon kuno maka rasanya tidak perlu kita bahas.


B. Berdasarkan arah tangkapan suara microphone terbagi atas:

1. Omnidirectional Microphone, menangkap suara dari semua arah (depan, belakang, samping, atas dan bawah, lihat gambar 3). Microphone jenis ini sangat tidak baik bila digunakan diluar studio seperti dalam pertunjukan musik hidup. (kecuali memang sengaja untuk merekam suara alam), dan sangat besar kemungkinan mengalami gaung (feedback) bila digunakan bersama peralatan pengeras suara ditempat yang sama. Lebih banyak digunakan untuk wawancara diruangan tertutup yang kedap tanpa kehadiran loudspeaker monitor diruanganTetapi bila digunakan untuk miking dengan jarak yang sangat dekat dengan sumber suara sangat baik karena tidak memiliki PROXIMITY  EFFECT seperti jenis Cardioid yang akan dijelaskan berikut dibawah ini. Mic jenis ini sangat baik untuk digunakan didalam studio rekaman. Adapun yang dimaksud dengan proximity effect adalah perubahan pada suara yang dihasilkan, semakin dekat jarak sumber suara ke microphone semakin kuat nada bassnya. Bila nada bass ini terlalu kuat pada saat ada ucapan yang mengandung huruf B,P,D akan menimbulkan suara letupan pada loudspeaker.

http://www.shure.com/asia/how-to/index.htm?PageNumber=1&FileType=&ProductType=&SortBy=dInDate%20asc&SortByName=shOldest

2. Cardioid (Unidirectional) Microphone, menangkap suara hanya dari satu    arah saja biasanya dari depan dengan sudut cakupan sekitar 130 derajat. 

 Lihat gambar 4.

http://www.shure.com/asia/how-to/index.htm?PageNumber=1&FileType=&ProductType=&SortBy=dInDate%20asc&SortByName=shOldest


3. Supercardioid, sudut tangkapan dari arah depan sekitar 115 derajat, tetapi jenis ini memiliki kepekaan terhadap suara yang datang dari arah belakang dengan sudut tangkapan sekitar 125 derajat. Perlu hati2 menggunakan Mic jenis ini bila kita menggunakan Loudspeaker Floor Monitor, karena bisa mengakibatkan gaung (feedback). 

Lihat gambar 5. 

Sumber: http://www.shure.com/asia/how-to/index.htm?PageNumber=1&FileType=&ProductType=&SortBy=dInDate%20asc&SortByName=shOldest


4.  Hypercardioid, sudut tangkapan dari arah depan sekitar 105 derajat, tetapi jenis ini memiliki kepekaan terhadap suara yang datang dari arah belakang dengan sudut tangkapan sekitar 110 derajat. Juga perlu hati2 seperti dijelaskan dalam Supercardioid. Tetapi untuk reporter yang mewawancara seseorang diluar studio, kedua jenis mic Super dan Hypercardioid sangat membantu. Sudut yang sempit dan kepekaan dari arah belakang akan mencegah kebisingan disekitar ikut masuk tertangkap, suara reporter dan orang yang diwawancara bisa di tangkap hampir sama baiknya.

Lihat gambar 6.

Sumber: http://www.shure.com/asia/how-to/index.htm?PageNumber=1&FileType=&ProductType=&SortBy=dInDate%20asc&SortByName=shOldes


 5. Bidirectional Microphone, dengan sudut tangkapan 90 derajat dari arah depan dan 90 derajat dari arah belakang. Jenis Mic ini paling baik untuk reporter yang mewawancara seseorang diluar studio. 

Lihat gambar 7.




Pemilihan Type Microphone

Setelah kita mengenal beberapa jenis microphone dengan karakternya, kini kita berlanjut kepada pemilihan type microphone sesuai kebutuhan kita. Selain microphone memiliki arah sudut tangkapan yang berbeda, juga memiliki tanggapan frekuensi yang berbeda-beda, serta tingkat kedataran yang berbeda dalam tanggapan frekuensinya. Perbedaan karakter yang terakhir ini sangat berhubungan dengan harga. Semakin sempurna kedataran dan keluasan tanggapan frekuensi semakin mahal harganya.

Untuk memilih type microphone harus kita tentukan dulu untuk apa microphone itu kita gunakan. Mic untuk vocal berbeda dengan mic untuk perkakas musik (music instrument). Antara perkakas yang satu dan yang lain memiliki karakter dan batas frekuensi yang berbeda pula. Begitu pula untuk vocal, vocalist wanita dan pria karakternya berbeda, bahkan sama2 wanitapun bisa berbeda karakter suaranya, sehingga pilihan micnya pun bisa berbeda.

Untuk menentukan type mic yang sesuai penggunaannya pertama kita harus mengetahui batas frekuensi suara alat yang akan kita gunakan, dibawah ini saya lampirkan gambar batas frekuensi suara dari jenis alat atau vocal yang umum dan sudah dikenal manusia.

Klik gambar untuk memperbesar

Klik gambar untuk memperbesar


Dengan referensi gambar diatas kita akan bisa menentukan type microphone yang harus kita gunakan. Memang agak sulit juga bila harus menentukan pilihan dengan cara ini, tetapi cara inilah yang paling terjamin untuk tidak salah dalam memilih.

Tetapi ada juga cara lain untuk memilih yang lebih mudah, kita percaya saja kepada petunjuk pabrik. Biasanya pabrik2 microphone terkenal sudah menyiapkan tabel microphone yang diproduksinya dengan petunjuk peruntukannya, peralatan apa yang bisa ditangani oleh type2 mic yang diproduksinya.

Dibawah ini saya berikan contoh table peruntukan microphone produk Shure, karena hanya ini data yang saya miliki dan sudah saya kenal karakternya.

Klik gambar untuk memperbesar

Dengan referensi tabel diatas, akan memudahkan kita didalam menentukan pilihan microphone yang akan kita gunakan. Untuk satu jenis alat musik terdapat banyak sekali pilihan, selama anda memilih type2 yang sesuai dengan peruntukannya, dipastikan hasilnya baik. Namun sebaik apa hasil yang didapat tergantung seberapa tebal kantong anda. Pilihlah microphone yang sesuai dengan peruntukannya yang sesuai pula dengan kemampuan kantong kita. Lebih baik kita mulai dari sekarang dengan sebatas kemampuan yang ada, daripada menunggu sampai terbeli type yang terbaik tetapi belum pasti akan terbeli. Dengan memulai selaras kemampuan, kita bisa kembangkan kelompok musik kita sehingga akhirnya mampu membeli yang terbaik.



Bersambung ke.................. http://tommykwitang.blogspot.com/


Comments