My Articles‎ > ‎

Perkenalan

diposting pada tanggal 31 Jul 2010 22.39 oleh tommykwitang   [ diperbarui2 Apr 2011 09.40 ]

 

Sekedar mejeng selesai mengoperasikan sound system disuatu tempat di Jakarta. Kebetulan yg menghibur saat itu Daniel Sahuleka yg pernah melejit lagunya berjudul "Don't Sleep Away The Night".








Ini hanyalah sebuah contoh kelengkapan sound system untuk LIVE MUSIC sound system tanpa wiring diagram. Disana ada speaker floor monitor, side fill monitor, Front of House speaker, Main mixer, Monitor Mixer, dll.



 Saya bukanlah siapa-siapa, tetapi hanya ingin berbagi pengalaman apa yg pernah saya pelajari dan lakukan dalam dunia elektronik dan sound system.

Saya mulai mempelajari elektronik thn 1970, saat mulai masuk SMP. Dulu transistor masih merupakan barang langka. Jadi kebanyakan rangkaian elektronik dibuat dari tabung elektron sebagai komponen aktifnya. Sangat mengandung resiko bermain dgn tegangan tinggi diatas 250VDC.

Tahun 1971 transistor RF yg ada dipasaran masih terbatas, 2SA70 dan 2SA103 merupakan favorit saya untuk membuat pemancar mini digelombang pendek pada SW1~SW3  antara frekuensi 2MHz~22MHz. Dengan 1 buah transistor 2SA103 pemancar AM yg saya buat hanya bisa mencapai sekitar 200 meter saja. Untuk membuat pemancar transistor 1 Watt pada frekuensi 3 MHz merupakan hal yang sulit, karena transistor yang mampu bekerja pada frekuensi setinggi itu sangat langka dan mahal harganya. Sekarang untuk membuat pemancar frekuensi hingga 15 MHz bisa kita gunakan transistor power audio hingga daya output ratusan Watt.

Setelah membuat pemancar mini dengan transistor, kemudian saya membuat pemancar dengan tabung 6BA6 sebagai oscilator dan 6L6 sebagai penguat akhir. Daya outputnya berapa watt saya tak tahu, karena tak punya alat ukur. Tetapi dgn antene sekedarnya dari kawat tembaga berdiameter 1mm sepanjang kira2 20 mtr bisa mencapai jarak sekitar 60km. Ini cuma sekedar kebetulan, mengingat tehnologi pemancar masih sangat dirahasiakan saat itu.

Tetapi ditahun 1978 buku2 tehnik pemancar dan antene mulai banyak dipasaran, maka pesawat CB dengan daya output 4 watt di Jakarta bisa mencapai Manado dengan menggunakan antene semi vertikal 2 X 0,25 Lambda open dipole yg salah satu ujungnya disangkutkan keujung tiang bendera tentunya dipisah dgn isolator. Ini sebuah pengalaman tak terlupakan, ternyata dgn bekal pengetahuan tehnik yg baik, banyak hal bisa dicapai dgn mudah dan biaya yg murah.



Comments