My Articles‎ > ‎

50KHz 700Watts SMPS

50KHz 700Watts SMPS

 

 

 

SG3525:

 

 

SG3525 adalah sebagai kendali utama smps ini.

 

Pin16 adalah referensi voltage, yg memberi tegangan +5V yang sudah distabilkan didalam IC tsb.

 

Pin2 adalah referensi pembanding tegangan. Tegangan +5V dari pin16 diberikan ke resistor pembagi tegangan yg terdiri dari 2 resistor 10K, sehingga menghasilkan tegangan referensi +2,5V.

 

Pin1 adalah input dari tegangan yang akan distabilkan dari output. Bila tegangan feedback dari output lebih besar dari 2,5V akan bereaksi menghentikan pengeluaran pulsa dibagian output, sehingga pulsa jadi menyempit. Sebaliknya ketika terbaca tegangan output kurang dari 2,5V akan membiarkan pulsa terus melebar hingga tercapai tegangan output yg sesuai. Tetapi lebar pulsa ada batasnya yaitu lebar maksimal pulsa yg dihasilkan oleh oscillator pwm.

 

Pin 5 adalah untuk hubungan kapasitor penentu frekuensi kerja PWM Oscillator, bekerja bersama pin 6 .

 

Pin6 adalah untuk hubungan resistor penentu frekuensi kerja PWM Oscillator, bekerja bersama pin 5.

 

Pin7 adalah Discharge untuk oscillator pwm. Kelengkapan dari bagian oscillator pwm.

 

Pin8 adalah untuk soft start. Disaat start akan membatasi oscillator pwm agar bekerja mulai dari pulsa-pulsa yg sangat sempit kemudian secara bertahap akan memperlebar pulsa, hingga akhirnya dicapai lebar pulsa yg sesuai kebutuhan untuk menghasilkan tegangan output yg dibutuhkan. Hasilnya di output tegangan akan keluar dari tegangan mendekati 0V kemudian secara perlahan naik secara bertahap hingga tercapai tegangan output yg sesuai dgn tegangan yg diharapkan.

 

Pin3 Sychroniser hanya dibutuhkan untuk penggunaan khusu, seperti aplikasi dipesawat penerima TV / Monitor Komputer atau Amplifier kelas D. Maksudnya agar langkah kerja frekuensi selaras dengan alat yg menggunakannya. Atau bisa juga digunakan bila kita menginginkan penggunaan oscillator external.

 

Pin4 Oscillator Out, untuk mengukur frekuensi kerja oscillator.

 

Pin15 adalah input catu tegangan utama untuk semua rangkaian IC PWM, tdk termasuk tegangan catu untu bagian output. Batas tegangan yg diijinkan mulai dari +8V ~ +35VDC.

 

Pin13 adalah catu untuk bagian output, bisa dipisah dari tegangan catu utama pada pin 15, bila kita menginginkan tegangan output yg berbeda dgn tegangan catu utama. Tegangan maksimum untuk catu ini adalah +18VDC dgn arus maksimal 100mA.

 

Pin10 (Shutdown) adalah untuk mengaktifkan penghentian kerja IC PWM. Bisa digunakan untuk pengaktifan jarak jauh, seperti Tape mobil,dll. Di smps PC shutdown digunakan untuk mematikan kerja IC PWM saat terjadi insiden tegangan lebih yg tak terkendali, atau tegangan drop yg tdk wajar, atau beban output melebihi batas yg ditentukan. Shutdown akan aktip bila diberi tegangan +5V, dalam rangkaian diatas belum digunakan sebagaimana mestinya, maka harus dihubungkan ke Gnd.

 

Pin 11 dan pin 14 adalah output untuk ketranformer atau IC IR2110 family bila ingin mendapatkan daya output yg lebih besar, yg dihubungkan kepenguat daya berikutnya, sesuai kebutuhan. Kedua pin tsb berbeda fase 180 derajat, atau bekerja secara bergantian.

 




IR2110:

 


IR2110 adalah IC pengganti isolation transformer yg memisahkan output High (HO) dari output LOW (LO). Karena LO bekerja pada tegangan yg terhubung ke VSS sebagai commonnya, sedangkan HO bekerja pada dasar tegangan common yg berbeda jauh hingga ratusan volt terhadap VSS.

HO merupakan rangkaian yg terisolasi seperti pada opto coupler 4N25. HO harus memberi output tegangan DC sekitar +12V ke GATE MOSFET IRFP460 atas terhadap SOURCE mosfet tsb. Untuk mendapatkan tegangan 12V tsb dengan cara menghubungkan VB (pin6) ke catu +12V melalui MUR120, dimana VB diparalel dgn C 22uF dan 0,1uF yg terhubung dgn VS (pin5) yg juga terhubung dgn SOURCE MOSFET IRFP460 atas.  Saat IRFP460 bawah ON, VS akan menjadi hampir 0V terhadap VSS krn kontak jenuh IRFP tsb. Maka saat itu C22uF dan 0,1uF akan terisi tegangan +12V dari MUR120, tegangan tsb akan terus tersimpan di elko untuk jangka waktu tertentu seperti battery 12V. Muatan pada C22uF tsb yg digunakan sebagai catu 12V untuk mengaktifkan IRFP460 yg atas.

Bila IRFP460 yg bawah tdk bekerja pada titik jenuh saat ON (tegangan DRAINnya tdk mencapai 0V) maka pengisian C 22uF bisa gagal, atau tegangan kurang dari 12V. Hal ini akan mengakibatkan IRFP460 yg atas tdk bisa bekerja sebagaimana mestinya, krn tegangan GATE terhadap SOURCEnya tdk ada atau kurang memenuhi syarat.

 

 

 

4N25:

 


4N25 adalah IC Optocoupler. Fungsinya dalam rangkaian ini sebagai penerus sensor tegangan yg terdiri dari zener 36V+11V dan R 510 ohm. Sinyal dari sensor diteruskan ke IC PWM tetapi memblok arus litrik pada output agar tdk terjadi kontak dengan listrik PLN yg mengalir pada rangkaian IC PWM. Sinyal sensor akan menyalakan LED didalam IC 4N25 yg cahayanya akan diterima oleh sebuah photo transistor didalam IC 4N25. Bila photo transistor menerima cahaya dari LED didekatnya maka akan aktip dan menghantarkan arus dari tegangan referensi +5V pd pin 16 ke pin 1 (error amplifier). Saat error amplifier menerima tegangan +5V maka pulsa yg sedang HIGH pada pin 11 atau pin 14 akan dihentikan atau dinolkan, agar dijalur output tidak terjadi kelebihan tegangan. Bila tegangan dijalur output kurang dari tegangan sensor IC PWM akan kembali memproduksi pulsa kembali pada periode pulsa berikutnya.

 

Untuk menguji apakah sensor tegangan pada IC PWM bekerja dengan baik, kita hubungkan pin 4 dan pin 5 IC 4N25. Tegangan dibagian output +/-50VDC akan segera turun, asalkan output diberi beban sedikit, misalnya dgn lampu pijar 100W/220VAC.

 

Pengujian lain untuk menguji apakah IC 4N25 bekerja dengan baik, hubung singkat Zener diode 11V, apakah tegangan turun? Kalau tdk turun, berarti rangkaian sensor tegangan bekerja dengan baik. Sebaliknya kalau tegangan output tidak turun, menandakan sensor tegangan tdk berfungis pada bagian IC 4N25.

 

 

Sementara sekian dulu pembahasan 50KHz 700Watts SMPS dari saya ini, akan dilanjutkan bila sudah ada pertanyaan dari teman2 di FB Group DIY.

 

 

Comments